Sistem operasi vendor AC B2B
Kendalikan seluruh operasi servis AC, dari asset sampai pembayaran.
Kelola client, unit AC, teknisi, preventive maintenance, bukti kerja, quotation, dan invoice dalam satu alur yang bisa dipantau oleh tim dan client Anda.

Yang berubah setelah semuanya tercatat di satu tempat
- 01
Riwayat servis menempel di unitnya
Tiap unit AC punya satu halaman: instalasi, perawatan berkala, perbaikan, sparepart, dan biayanya. Bukan foto yang tercecer di grup chat.
- 02
Pekerjaan lapangan meninggalkan bukti
Teknisi mencatat check-in, foto sebelum dan sesudah, serta tanda tangan PIC dari ponselnya. Catatan itu mengantre di ponsel saat sinyal hilang dan terkirim begitu aplikasi kembali dipakai dengan koneksi.
- 03
Client berhenti menelepon untuk bertanya
Client punya portal sendiri: kondisi tiap unit per cabang, jadwal preventive, penawaran yang menunggu persetujuan, dan invoice.
Satu alur, dari client pertama sampai invoice terbit
Empat tahap yang sama untuk tiap pekerjaan, entah itu perawatan terjadwal atau panggilan darurat.
- Tahap 01
Client dan asset
Daftarkan client beserta cabang, gedung, lantai, dan ruangannya. Tiap unit AC mendapat QR code untuk ditempel di bodinya.
- Tahap 02
Request dan work order
Keluhan dari client masuk sebagai request, lalu menjadi work order yang dijadwalkan dan ditugaskan ke teknisi.
- Tahap 03
Bukti kerja
Teknisi menuntaskan pekerjaannya dari ponsel: check-in, diagnosa, tindakan, sparepart, foto, lalu tanda tangan PIC.
- Tahap 04
Quotation dan invoice
Pekerjaan yang butuh persetujuan lewat quotation; yang selesai ditagihkan lewat invoice, dan riwayatnya menempel permanen di unitnya.
Empat hal yang harus terlihat sebelum rapat dimulai
Keempatnya duduk di satu dashboard. Tiga di antaranya — unit, work order, dan tagihan — jadi petak angka di potongan layar yang terpasang di atas halaman ini; angka preventive ada di dashboard yang sama, di luar potongan itu.
Unit AC aktif
Berapa unit yang terdaftar, berapa yang aktif, dan berapa yang sedang perlu servis — per client dan per cabang.
Work order berjalan
Pekerjaan yang masih dikerjakan, yang masih draft, dan yang sudah melewati tenggat SLA.
Preventive yang perlu perhatian
Jadwal perawatan minggu ini dan jadwal yang sudah terlambat, dihitung dari rencana preventive tiap client.
Tagihan berjalan
Invoice yang sudah terbit dan belum dibayar, berdampingan dengan sisa AC Usage Credit yang masih bisa dipakai menagih.
Dua layar lain yang ikut bekerja
Satu untuk teknisi yang sedang berdiri di depan unitnya, satu untuk client yang ingin tahu keadaan asetnya tanpa menelepon siapa pun.


Digital Service Record, satu halaman per unit AC.
Yang membedakan produk ini bukan daftar fitur, melainkan satu halaman per unit yang terus bertambah tiap pekerjaan ditutup.
Instalasi
Kapan unitnya dipasang, oleh siapa, menggantikan unit apa.
Perawatan berkala
Tiap kunjungan preventive beserta temuan dan tindakannya.
Perbaikan
Keluhan, diagnosa, dan tindakan yang benar-benar dikerjakan di lokasi.
Sparepart
Komponen yang diganti, jumlahnya, dan di pekerjaan mana.
Biaya
Jasa dan sparepart per pekerjaan, menumpuk jadi biaya kepemilikan unitnya.

Bayar sesuai unit yang Anda tagih
Tidak ada biaya per pengguna. Saldo dibeli di depan dalam satuan AC Usage Credit, dan pemotongannya punya satu aturan saja.
1 unit AC unik di invoice = 1 AC Usage Credit
Dipotong saat invoice terbit
Bukan per work order, bukan per baris item, dan bukan per pengguna yang Anda tambahkan ke tim.
Satu saldo, satu riwayat
Credit trial dan credit hasil top-up duduk di saldo yang sama. Tiap potongan dan pengembalian menambah baris transaksi baru, bukan menimpa angka saldo.
Invoice batal, credit kembali
Pembatalan mengembalikan credit yang terpotong — tepat satu kali per invoice, berapa kali pun tombolnya ditekan.
Klaim yang bisa Anda periksa sendiri
Empat saja, dan keempatnya sifat yang sudah berjalan di produk hari ini.
Data tiap vendor terpisah
Setiap data operasional terikat pada tenant Anda, dan permintaan dari tenant lain ditolak di lapisan API serta rules database — bukan disaring belakangan di layar.
Antrean offline di ponsel teknisi
Catatan lapangan disimpan di ponsel sebelum ada percobaan kirim. Kalau sinyal hilang, pekerjaannya tidak hilang: antreannya menyusul saat aplikasi dipakai kembali dengan koneksi.
Ledger credit yang hanya bertambah
Saldo tidak pernah ditimpa diam-diam. Tiap potongan dan pengembalian menambah satu baris transaksi yang bisa dibaca ulang kapan pun.
Foto dan tanda tangan PIC
Work order tidak bisa ditutup tanpa foto sebelum, foto sesudah, dan tanda tangan PIC client. Bukti itu ikut menempel permanen di riwayat unitnya.
Mulai dari satu client dan satu unit AC.
Daftarkan vendor Anda, tambahkan client pertama, lalu tempelkan QR pertama. Tanpa proses sales dan tanpa kartu kredit.